Persiapan tanah: Pilih tanah lempung berpasir atau lempung yang dalam dan berdrainase baik. Bajak dalam 25–30 cm. Berikan 3.000–5.000 kg pupuk organik yang telah terurai per 667 m² dengan pupuk majemuk berimbang.
Perlakuan benih: Gosok bulu benih, rendam dalam air 30–35°C selama 3–4 jam, lalu jaga kelembapan pada 25–30°C untuk pra-perkecambahan hingga sebagian besar benih pecah.
Penanaman: Tanam dengan tugal atau sebar, jarak baris 15–20 cm, tutup dengan tanah 1–1,5 cm, padatkan dan siram. Kebutuhan benih sekitar 400 g per 667 m².
Penjarangan: Lakukan penjarangan pada 2–3 daun sejati hingga jarak 3–4 cm; penjarangan akhir pada 4–5 daun sejati hingga jarak 8–10 cm.
Air & pupuk: Jaga kelembapan tanah sebelum muncul. Selama pembesaran akar, pastikan air dan pupuk cukup; kurangi air di akhir untuk mencegah pecah.
Panen: Siap sekitar 100–115 hari setelah tanam ketika akar sudah sepenuhnya membengkak dan berwarna merah cerah.