Tanah: Pilih tanah lempung berpasir atau lempung yang gembur, berdrainase baik, kaya bahan organik dengan pH 6,0–7,0. Pengolahan tanah dalam dan pembersihan batu membantu menghasilkan akar yang lurus.
Waktu Penyemaian: Varietas matang lambat, membutuhkan musim tanam yang panjang. Taburkan sedini mungkin saat tanah sudah bisa diolah pada musim semi, atau sekitar 135 hari sebelum perkiraan panen. Toleran terhadap iklim sejuk hingga sedang.
Metode Penyemaian: Tutup benih sedalam ¼–½ inci (0,6–1,2 cm), jarak baris 20–30 cm, jarak tanam 3–5 cm. Jaga tanah tetap lembap hingga muncul tunas pada suhu 15–20°C.
Penjarangan: Jarangkan hingga 5–8 cm. Terlalu rapat menghasilkan akar yang lebih kecil.
Air & Pupuk: Kebutuhan pupuk sedang. Peningkatan fosfor dan kalium mendukung perkembangan akar dan intensitas warna. Jaga tanah tetap lembap secara merata, terutama selama fase pembesaran akar.
Panen: Siap sekitar 135 hari setelah penyemaian ketika akar mencapai ukuran yang diinginkan. Varietas yang matang lambat membutuhkan kesabaran untuk perkembangan antosianin yang penuh