Tanah: Pilih tanah lempung berpasir atau lempung yang gembur dan berdrainase baik dengan pH 6,0–6,8. Pengolahan tanah dalam dan penghilangan batu serta puing membantu menghasilkan akar yang lurus.
Waktu Penanaman: Tabur benih langsung segera setelah tanah dapat diolah pada musim semi hingga pertengahan musim panas. Untuk penyimpanan musim dingin, tabur sekitar 100 hari sebelum perkiraan embun beku musim gugur.
Metode Penanaman: Tutup benih sedalam 0,6–1,2 cm (¼–½ inci), dengan jarak antar baris 40–60 cm (16–24 inci). Jaga tanah tetap lembap hingga muncul kecambah, yang memerlukan waktu 6–21 hari.
Penjarangan: Jarangkan bibit hingga ¾–2 inci, tergantung ukuran akar yang diinginkan.
Air & Pupuk: Wortel memiliki kebutuhan pupuk yang rendah; hindari nitrogen berlebih yang mendorong pertumbuhan daun daripada akar. Jaga tanah tetap lembap secara merata, terutama selama pembesaran akar.
Panen: Siap sekitar 70–85 hari setelah tanam, ketika akar mencapai ukuran dan warna yang diinginkan. Wortel dapat bertahan di lahan sekitar 3 minggu pada musim panas dan lebih lama pada kondisi sejuk